SURABAYA – Kabar membanggakan kembali datang dari SMP Negeri 10 Surabaya (Spenlusa). Tiga siswa terbaiknya dinyatakan resmi lolos dan diterima di sekolah menengah atas (SMA) kedinasan dan sekolah olahraga para atlet bergengsi di Jawa Timur untuk tahun ajaran baru ini. Prestasi ini menjadi bukti nyata dari kerja keras, doa, serta dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh para siswa dan seluruh civitas akademika Spenlusa.
Adapun ketiga siswa-siswi berprestasi tersebut adalah:
1. Aristha Pradana Noya (Kelas 9A) – Lolos ke SMAN 2 Taruna Pamong Praja Bojonegoro.
2. Muhammad Sultan Faruq M. (Kelas 9C) – Lolos ke SMAN Olahraga Sidoarjo, Cabor Atlet Judo.
3. Fadila Pramidita Rahma (Asal Kelas 9D) – Lolos ke SMAN Olahraga Sidoarjo, Cabor Atlet Voli Pantai.
Keberhasilan menembus sekolah-sekolah unggulan tersebut bukanlah hal yang mudah, mengingat ketatnya proses seleksi fisik, akademik, dan mental yang harus dilalui.
Kepala Sekolah beserta keluarga besar SMPN 10 Surabaya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian ini. Masuk ke SMAN Taruna dan SMANOR merupakan langkah awal yang luar biasa bagi ketiganya untuk melangkah ke level yang lebih tinggi, baik di bidang abdi negara maupun prestasi olahraga nasional.
"Terima kasih atas kerja keras, doa, dan dedikasi yang luar biasa dari anak-anak sekalian. Harumkan terus nama almamater SMPN 10 Surabaya di sekolah baru kalian. Teruslah menorehkan prestasi, rendah hati, dan selalu menjadi sosok yang membanggakan," ungkap Rumadi, S.Pd (selaku Kepala SMPN 10 Surabaya).
Keluarga besar Spenlusa mengaku sangat bangga dan siap menyaksikan Aristha, Faruq, dan Fadila bersinar serta memberikan kontribusi terbaiknya di masa depan.
Di tengah euforia keberhasilan ini, pihak sekolah juga memberikan pesan menyentuh dan suntikan motivasi bagi seluruh siswa kelas 9 lainnya yang saat ini masih berjuang dalam proses seleksi masuk SMA/SMK impian mereka.
Sekolah mengingatkan agar tidak ada siswa yang berkecil hati, karena kesempatan dan jalan menuju kesuksesan masih terbuka sangat lebar.
"Semangat dan percayalah pada proses. Bismillah, anak-anak hebat Spenlusa bisa diterima semua di sekolah SMA/SMK yang kalian inginkan. Aamiin. Tetap semangat, anak-anak hebat!" pungkas Wakil Kepala Sekolah bagian urusan kurikulum.
#SMAnegeriolahraga #SMAN2Tarunapamongpraja #caborjudo #caborvolipantai #banggadispenlusa
Selasa, 26 Mei 2026
Sambut Jenjang Baru, SMPN 10 Surabaya Gelar Sosialisasi SPMB SMA dan Prosesi Pengembalian Siswa Kelas 9 ke Wali Murid
SURABAYA – Suasana khidmat sekaligus penuh optimisme menyelimuti Aula SMPN 10 Surabaya pada Selasa, 26 Mei 2026. Sekolah menggelar agenda penting bagi masa depan para siswa, yaitu Sosialisasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA sekaligus serah terima siswa kelas 9 kepada orang tua/wali murid.
Acara yang dihadiri oleh seluruh wali murid kelas 9 ini bertujuan untuk memberikan panduan yang jelas mengenai tahapan kelanjutan studi ke jenjang SMA/SMK, sekaligus menandai berakhirnya masa pembelajaran siswa di bangku SMP.
Panduan Terang Menuju SMA/SMK
Materi krusial mengenai SPMB disampaikan langsung oleh Ibu Sri Wahyuni, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum (Wakakur) SMPN 10 Surabaya. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara detail mengenai jalur-jalur pendaftaran, persyaratan dokumen, hingga strategi pemilihan sekolah yang tepat bagi anak.
"Sinergi antara sekolah dan orang tua sangat penting dalam mengawal anak-anak menuju jenjang berikutnya. Kami berharap melalui sosialisasi ini, orang tua dapat mendampingi putra-putrinya memilih jalur terbaik sesuai dengan potensi dan zonasi yang berlaku," ujar Ibu Sri Wahyuni.
Prosesi Serah Terima yang Menyentuh Hati
Selain sosialisasi akademik, momen emosional terjadi saat prosesi serah terima siswa kembali ke pangkuan orang tua. Acara ditandai dengan seremoni pelepasan atribut sekolah (seperti dasi/badge) secara simbolis.
Perwakilan dari masing-masing kelas—yang diwakili oleh 2 orang siswa—maju ke depan aula untuk dilepaskan atributnya oleh pihak sekolah dan diserahkan langsung kepada perwakilan wali murid. Prosesi ini menjadi simbol bahwa tugas SMPN 10 Surabaya dalam mendidik para siswa tersebut telah selesai dengan baik, dan kini tanggung jawab penuh dikembalikan kepada orang tua untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Berjalan Lancar dan Sukses
Secara keseluruhan, rangkaian acara yang dimulai sejak pagi hari ini berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan. Wali murid yang hadir tampak antusias menyimak pemaparan materi dan memberikan apresiasi tinggi atas transparansi serta bimbingan yang diberikan oleh pihak sekolah selama tiga tahun terakhir.
Dengan terlaksananya acara ini, keluarga besar SMPN 10 Surabaya mendoakan agar seluruh lulusan kelas 9 tahun ajaran ini dapat diterima di SMA/SMK impiannya dan terus mengukir prestasi di masa depan.
Sistem pendidikan di Kota Surabaya kembali mendapatkan apresiasi di tingkat nasional. Pada malam apresiasi puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar oleh Kemendikdasmen di Jakarta, Pemerintah Kota Surabaya berhasil meraih dua penghargaan sekaligus.
Penghargaan pertama diberikan atas keberhasilan Pemkot Surabaya dalam membangun kolaborasi inklusif bersama sekolah swasta pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026.
Penghargaan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati mewakili Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta yang dibangun Pemkot Surabaya dinilai mampu menciptakan pemerataan akses Pendidikan. Perencanaan daya tampung siswa dilakukan bersama sejak awal, sehingga kuota pendidikan dapat terpetakan dengan baik dan seluruh lulusan tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Senin, 25 Mei 2026
Reposted By : @dispendiksby
Serta penghargaan kedua adalah kategori Guru Inspiratif yang diraih oleh Pak Wid Dwi Bowo, Guru SMP Negeri 10 Surabaya.
Melalui karya inovatif guru SMPN 10 Surabaya, Wid Dwi Bowo, yang menciptakan Gerakan untuk lagu “ 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” sebagai penguatan karakter peserta didik. Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Kemendikdasmen dan terpilih dalam program Guru Inspiratif tingkat Nasional.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi, inovasi, dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Surabaya terus mendapat pengakuan di tingkat Nasional. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkarakter bagi seluruh anak Indonesia.
Surabaya, 19 Januari 2026 – Semangat pelestarian lingkungan kembali bergelora di lingkungan SMP Negeri 10 Surabaya . Hari ini sekolah secara resmi menyelenggarakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kader Adiwiyata untuk periode masa bakti 2025–2026.
Acara yang berlangsung khidmat ini menandai peralihan tongkat estafet kepemimpinan dari generasi sebelumnya kepada kader-kader baru yang siap membawa inovasi lingkungan bagi sekolah.
Bukan Sekadar Pergantian Peran, kegiatan ini ditegaskan bukan hanya sebagai formalitas semata, melainkan sebuah estafet komitmen untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan sekolah. Kader Adiwiyata merupakan motor penggerak dalam mewujudkan visi sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Rundown acara serah terima jabatan masa bakti 2025/2026 kader adiwiyata berjalan dengan baik. Acara ini dipandu oleh Dewantya Prameswara kelas 7J. Dimulai dengan sambutan oleh Kepala SMP Negeri 10 Surabaya Bapak Rumadi,S.Pd. Dilanjutkan sambutan oleh ketua dan wakil kader 2024/2025, pembacaan visi-misi oleh inti kader yang baru, penyerahan secara simbolis jabatan yang baru, foto Bersama, dan dipenghujung acara di tutup oleh MC.
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 10 Surabaya memberikan motivasi mendalam bagi para siswa. Beliau menekankan bahwa menjadi kader Adiwiyata adalah sebuah panggilan jiwa, bukan sekadar tugas organisasi.
"Adiwiyata bukan sekadar predikat di atas kertas atau piala di lemari pajangan. Ia adalah nafas dan karakter kita. Saya berharap kader yang baru dilantik tidak hanya menjadi 'polisi lingkungan', tetapi menjadi inspirator yang mampu menyentuh hati teman-temannya untuk mencintai bumi. Mari kita jadikan SMPN 10 Surabaya sebagai bukti nyata bahwa sekolah hijau lahir dari tangan-tangan yang peduli," ujar Bapak Rumadi,S.Pd.
Apresiasi untuk dedikasi tinggi pihak sekolah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kader Adiwiyata periode sebelumnya. Selama masa baktinya, mereka telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras dalam mengelola program lingkungan, kontribusi nyata dalam menanamkan budaya peduli lingkungan di kalangan siswa, pencapaian dalam mempertahankan identitas SMP Negeri 10 Surabaya sebagai Sekolah Berbudaya Lingkungan.
Harapan untuk Inovasi Baru kepada para Kader Adiwiyata 2025–2026 yang baru dilantik, sekolah menitipkan amanah besar. Harapannya, kepengurusan baru ini mampu menghadirkan aksi Hijau yang Lebih Masif, menggerakkan seluruh warga sekolah untuk lebih peduli pada sampah dan penghijauan, inovasi lingkungan , bisa Menciptakan solusi kreatif dalam pengelolaan ekosistem sekolah, dan keteladanan: Menjadi figur contoh bagi rekan-rekan siswa lainnya dalam perilaku ramah lingkungan sehari-hari.
"Bersama, kita lanjutkan semangat Adiwiyata demi sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Selamat bertugas kepada kader terpilih!"
#SpenluGreenTeam #SertijabAdiwiyata #Adiwiyata #SMPN 10 Surabaya #KaderAdiwiyata #SekolahBerbudayaLingkungan
Perkuat Kualitas Edukasi: Pengawas Sekolah Gelar Pembinaan Guru Terkait Strategi Deep Learning di SMP Negeri 10 Surabaya
Mengantisipasi tantangan pendidikan di masa depan, pengawas sekolah Endang Sri Renastutik, S.Pd., M.Pd mengadakan agenda pembinaan intensif bagi para guru hari ini, Rabu (17/12/2025). Pertemuan yang berlangsung di ruang guru ini mengulas tentang Pendidikan yang fokus pada implementasi strategi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) guna meningkatkan keterlibatan aktif siswa di kelas.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali tenaga pendidik agar tidak hanya terpaku pada penyelesaian kurikulum, tetapi lebih pada penguasaan konsep yang bermakna bagi siswa.
Dalam sesi tersebut, Pengawas Sekolah menekankan pada gaya belajar siswa yang harus guru ketahui pada setiap siswa. Setiap anak adalah unik dengan cara belajar yang berbeda-beda. Menyadari hal tersebut, pengawas sekolah mengkaji secara intensif bagi para guru untuk mengintegrasikan gaya belajar siswa ke dalam kerangka pembelajaran mendalam (Deep Learning). Dalam pembinaan ini guru diajak untuk tidak hanya mengajar di depan kelas, tetapi menjadi detektif yang mampu memetakan apakah siswanya lebih mudah menyerap informasi secara visual, auditorial, maupun kinestetik.
Melalui pembinaan ini Bu Endang berharap para guru dapat mengelola kelas secara efektif dalam memberikan pelayanan pembelajaran mendalam dan memberdayakan kemampuan gaya belajar setiap siswa.
“Jika seseorang anak tidak bisa belajar dengan cara kita mengajar,mungkin kita harus mengajar dengan cara mereka belajar” Ujar Bu Endang, sekaligus sebagai penutup dalam pembinaan dan workshop pembelajaran mendalam ini. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab sekaligus doa.